Buku Besar Akuntansi: Pengertian, Fungsi & Cara Membuat
Buku besar adalah kumpulan akun dalam akuntansi yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan seluruh transaksi keuangan berdasarkan jenisnya. Buku besar menjadi tahap lanjutan setelah jurnal umum dan berfungsi untuk mengetahui saldo setiap akun secara sistematis.
Dalam praktiknya, buku besar sangat penting karena menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Tanpa buku besar, laporan keuangan mudah kacau.
Banyak bisnis merasa pencatatannya sudah benar karena transaksi sudah diinput harian. Masalah muncul saat:
- saldo kas berbeda,
- piutang tidak sesuai,
- atau laba tidak balance.
Biasanya akar masalahnya ada di buku besar yang tidak rapi atau tidak diperiksa.
Apa Itu Buku Besar dalam Akuntansi?
Buku besar (general ledger) adalah tempat mengelompokkan transaksi yang sebelumnya sudah dicatat di jurnal umum ke dalam masing-masing akun.
Contohnya:
- Semua transaksi kas masuk dan keluar dicatat dalam akun kas
- Semua transaksi utang masuk ke akun utang
- Semua pendapatan masuk ke akun pendapatan
Jika jurnal umum bersifat kronologis, maka buku besar bersifat klasifikasi.
Untuk memahami alurnya lebih lengkap, Anda bisa membaca dasar akuntansi di sini:
👉 dasar akuntansi yang wajib diketahui pemula
Buku besar merupakan langkah awal dalam pembuatan laporan neraca dana laba rugi Perusahaan, jika dalam pembuatan buku besar salah tentu neraca serta laporan laba rugi anda juga salah sobat. Oleh karena itu ada baiknya anda memahami dengan rinci apa itu buku besar.

Jenis Buku Besar
- Buku Besar Umum
Buku besar umum ini berupa kolom yang berdiri sendiri dalam satu periode, biasanya dalam buku besar umum ini anda dapat melihat transaksi berupa kas, piutang, persediaan, utang dan beban. Tujuan dari buku besar umum untuk mengatue dan merangkum masing-masing transaksi yang tercantum dalam semua jurnal.
- Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu anda dapat memperoleh catatan transaksi yang lebih spesifik terhadap satu transaksi. Perusahaan biasa akan menyusun buku ini dalam 2 kategori yaitu buku pembantu utang dan piutang.
- Buku besar debitur
Buku besar debitur biasanya berisikan informasi hasil dari posting penjualan bulanan. Dalam buku besar ini juga memberikan informasi tentang pelanggan mana saja yang memilik hutang pada bisnisnya
- Buku besar kreditur
Hampir sama dengan buku besar debitur namun, buku besar kreditur ini berisikan informasi hanya dari satu jurnal yaitu jurnal pembelian yang bertujuan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan piutang perusahaan.
Baca Juga : Tips Memperoleh Modal Dengan Cepat
Fungsi Buku Besar
Buku besar memiliki beberapa fungsi penting dalam akuntansi:
1. Mengelompokkan Transaksi
Memudahkan melihat transaksi berdasarkan jenis akun, bukan berdasarkan waktu.
2. Mengetahui Saldo Akun
Dengan buku besar, Anda bisa langsung mengetahui saldo kas, utang, modal, dan akun lainnya.
3. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Semua laporan seperti neraca dan laba rugi berasal dari data di buku besar.
4. Mempermudah Analisis Keuangan
Data yang sudah terstruktur memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan.
Bentuk dan Format Buku Besar
Secara umum, buku besar memiliki beberapa bentuk, tetapi yang paling sering digunakan adalah bentuk T (T-account) dan bentuk tabel.
Berikut contoh format tabel buku besar sederhana:
Contoh Buku Besar (Akun Kas)
| Tanggal | Keterangan | Debit | Kredit | Saldo |
|---|---|---|---|---|
| 01/01/26 | Modal Awal | 10.000.000 | – | 10.000.000 |
| 02/01/26 | Pembelian Barang | – | 2.000.000 | 8.000.000 |
| 05/01/26 | Penjualan Tunai | 3.000.000 | – | 11.000.000 |
Dari tabel di atas, Anda bisa melihat pergerakan kas secara jelas dan saldo akhir yang dimiliki.
Cara Membuat Buku Besar
Berikut langkah-langkah praktis untuk membuat buku besar:
1. Siapkan Data dari Jurnal Umum
Ambil semua transaksi yang sudah dicatat di jurnal umum.
2. Kelompokkan Berdasarkan Akun
Pisahkan transaksi sesuai dengan jenis akun (kas, utang, pendapatan, dll).
3. Pindahkan ke Buku Besar
Masukkan transaksi ke akun masing-masing.
4. Hitung Saldo
Hitung selisih antara debit dan kredit untuk mendapatkan saldo akhir.
5. Lakukan Pengecekan
Pastikan tidak ada transaksi yang terlewat atau salah input.
Contoh Sederhana Proses Posting ke Buku Besar
Misalnya ada transaksi:
- Modal disetor Rp10.000.000
- Pembelian barang Rp2.000.000
- Penjualan Rp3.000.000
Langkahnya:
- Catat di jurnal umum
- Pindahkan ke buku besar akun kas
- Hitung saldo setelah setiap transaksi
Hasil akhirnya adalah saldo kas yang bisa langsung digunakan untuk laporan keuangan.
Perbedaan Jurnal Umum dan Buku Besar
| Aspek | Jurnal Umum | Buku Besar |
|---|---|---|
| Fungsi | Mencatat transaksi | Mengelompokkan akun |
| Urutan | Berdasarkan waktu | Berdasarkan akun |
| Tujuan | Dokumentasi awal | Analisis & laporan |
Keduanya saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan dalam siklus akuntansi.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Buku Besar
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Tidak memposting semua transaksi
- Salah klasifikasi akun
- Perhitungan saldo tidak akurat
- Data tidak diperbarui secara rutin
Kesalahan ini bisa menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak valid.
Yuk pelajari pengelolaan pembukuan yang lebih tepat dan praktis melalui Pelatihan Zahir Online 😊
Solusi Praktis: Gunakan Software Akuntansi
Mengelola buku besar secara manual cukup memakan waktu dan rentan kesalahan. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai menggunakan software akuntansi.
Dengan software seperti Zahir Accounting, Anda bisa:
- Otomatis posting dari jurnal ke buku besar
- Menampilkan saldo real-time
- Menghasilkan laporan keuangan instan
- Mengurangi kesalahan pencatatan
Ini sangat membantu terutama bagi pemula yang belum terbiasa dengan proses akuntansi manual.
Manfaat Buku Besar bagi Bisnis
Dengan buku besar yang baik, Anda akan mendapatkan:
- Data keuangan yang terstruktur
- Kemudahan dalam audit
- Informasi akurat untuk pengambilan keputusan
- Kontrol keuangan yang lebih baik
Buku besar bukan hanya alat pencatatan, tetapi juga alat kontrol bisnis.
Kesimpulan
Buku besar adalah komponen penting dalam akuntansi yang berfungsi untuk mengelompokkan transaksi dan mengetahui saldo setiap akun. Dengan memahami cara membuat dan mengelolanya, Anda bisa menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan terpercaya.
Namun, untuk efisiensi dan akurasi yang lebih tinggi, penggunaan software akuntansi seperti Zahir Accounting sangat disarankan, terutama di era digital saat ini.
Konsultasi Gratis Sekarang!!
📞 Konsultasi Gratis dengan Tim Zahirsoft: 08116692888
🎯 Free Demo Zahir Accounting: Download Demo Gratis 14 Hari
📘 E-Book panduan akuntansi dan Software akuntansi (Gratis): Download Free
👉 Gunakan software akuntansi terbaik sekarang:
https://zahirsoft.com/zahir-accounting-4/