Farm Ramai, Tapi Sulit Tahu Untung? Ini Data yang Perlu Dipantau
Farm terlihat ramai. Hewan terus bertambah, penjualan berjalan, pakan keluar setiap hari, dan uang masuk dari pelanggan juga terus berputar.
Namun, ketika pemilik ditanya, “Sebenarnya bulan ini untung berapa?”, jawabannya belum tentu mudah.
Banyak pelaku usaha farm mengalami kondisi yang sama. Omzet terlihat besar, aktivitas operasional sangat sibuk, tetapi keuntungan sebenarnya sulit diketahui. Bahkan, ada farm yang merasa penjualannya meningkat, tetapi saldo kas justru tidak bertambah secara signifikan.
Masalahnya sering bukan karena bisnis tidak menghasilkan uang. Masalahnya adalah data keuangan dan operasional belum tersusun sehingga pemilik sulit melihat sumber keuntungan dan biaya terbesar.
Untuk mengetahui apakah bisnis farm benar-benar sehat, pemilik tidak cukup hanya memantau omzet. Ada beberapa data penting yang perlu diperhatikan secara rutin.
Omzet Farm Besar Belum Tentu Profit Besar
Kesalahan yang cukup umum dalam bisnis adalah menganggap peningkatan omzet otomatis berarti keuntungan meningkat.
Misalnya, sebuah farm mendapatkan penjualan Rp300 juta dalam satu bulan.
Sekilas angka tersebut terlihat besar. Namun, bagaimana jika biaya pakan mencapai Rp150 juta, tenaga kerja Rp40 juta, obat dan vitamin Rp20 juta, listrik Rp10 juta, transportasi Rp15 juta, serta biaya operasional lainnya Rp50 juta?
Jika seluruh biaya tidak dihitung dengan benar, pemilik hanya melihat angka penjualan tanpa mengetahui berapa keuntungan yang benar-benar tersisa.
Karena itu, omzet dan profit adalah dua hal berbeda.
Omzet menunjukkan nilai penjualan. Sementara profit menunjukkan hasil setelah pendapatan dibandingkan dengan biaya yang terkait dengan kegiatan usaha.
Inilah alasan mengapa pemilik farm perlu melihat lebih banyak data daripada sekadar total penjualan.
Data Penting yang Perlu Dipantau Pemilik Farm
Agar lebih mudah mengetahui kondisi bisnis, berikut beberapa data yang sebaiknya dipantau secara rutin.
1. Total Penjualan atau Omzet
Data pertama yang perlu dipantau adalah total penjualan.
Catat berapa nilai penjualan harian, mingguan, dan bulanan. Jangan hanya melihat jumlah uang yang masuk, tetapi juga perhatikan perkembangan penjualan dari waktu ke waktu.
Pertanyaan yang perlu dijawab antara lain:
- Apakah penjualan meningkat?
- Produk atau hasil farm apa yang paling banyak terjual?
- Kapan periode penjualan tertinggi?
- Apakah terdapat penurunan penjualan?
- Pelanggan mana yang memberikan kontribusi penjualan terbesar?
Data ini membantu pemilik melihat perkembangan pendapatan, tetapi belum cukup untuk mengetahui profit.
2. Biaya Pakan
Bagi banyak jenis usaha farm, pakan menjadi salah satu komponen biaya yang penting.
Karena itu, jangan hanya mencatat pembelian pakan sebagai pengeluaran biasa. Pantau juga hubungan antara biaya pakan dengan hasil produksi.
Contohnya:
Biaya pakan bulan ini = Rp100 juta
Kemudian bandingkan dengan hasil produksi dan nilai penjualan yang dihasilkan.
Dengan cara tersebut, pemilik dapat mulai melihat apakah biaya pakan masih berada pada tingkat yang sesuai dengan hasil produksi.
3. Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja juga perlu dicatat secara teratur.
Masukkan seluruh biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja sesuai kebijakan perusahaan, seperti gaji, upah harian, lembur, atau biaya tenaga kerja lainnya.
Jika farm memiliki beberapa bagian, akan lebih baik apabila biaya dapat dikelompokkan sehingga pemilik mengetahui bagian mana yang membutuhkan biaya terbesar.
4. Biaya Obat, Vitamin, dan Perawatan
Biaya kesehatan dan perawatan hewan juga dapat memengaruhi profit.
Jika biaya ini hanya dicatat secara umum sebagai “pengeluaran”, pemilik akan kesulitan mengetahui seberapa besar biaya yang sebenarnya digunakan untuk perawatan.
Dengan pencatatan yang lebih detail, pemilik dapat membandingkan biaya perawatan antarperiode dan melihat kecenderungannya.
5. Biaya Operasional
Jangan melupakan biaya yang terlihat kecil tetapi terjadi berulang kali.
Contohnya:
- Listrik
- Air
- Transportasi
- Bahan bakar
- Perawatan kandang
- Perbaikan peralatan
- Biaya administrasi
- Komunikasi
- Biaya pengiriman
- Perlengkapan operasional
Satu biaya mungkin terlihat kecil. Namun, jika terjadi setiap hari atau setiap bulan, totalnya dapat menjadi cukup besar.
Jangan Hanya Memantau Uang Masuk dan Keluar Farm
Ada perbedaan antara arus kas dan profit. Misalnya, farm menerima pembayaran pelanggan sebesar Rp100 juta. Uang tersebut memang meningkatkan kas.
Namun, untuk mengetahui keuntungan, pemilik tetap harus memperhitungkan biaya yang berhubungan dengan penjualan dan operasional.
Sebaliknya, ada pengeluaran yang tidak selalu langsung menjadi biaya periode berjalan dengan cara yang sama, tergantung jenis transaksinya.
Karena itu, hanya melihat saldo rekening atau kas belum cukup untuk mengetahui performa bisnis.
Pemilik membutuhkan laporan keuangan yang dapat memberikan gambaran lebih lengkap.
Pantau Laba Rugi Farm Secara Rutin
Salah satu laporan yang penting bagi pemilik farm adalah laporan laba rugi.
Laporan ini membantu melihat hubungan antara pendapatan dan beban dalam periode tertentu.
Dengan melihat laporan secara rutin, pemilik dapat menjawab pertanyaan seperti:
Berapa pendapatan bulan ini?
Berapa biaya yang dikeluarkan?
Berapa laba yang dihasilkan?
Apakah laba meningkat atau menurun dibandingkan periode sebelumnya?
Jangan menunggu sampai akhir tahun untuk melihat laporan laba rugi.
Jika bisnis memiliki transaksi setiap hari, evaluasi bulanan jauh lebih membantu karena masalah dapat ditemukan lebih cepat.
Baca Juga Artikel : Omzet peternakan ayam ratusan juta, namun laba sulit dilacak
Pisahkan Biaya Berdasarkan Jenisnya
Salah satu penyebab pemilik sulit mengetahui profit adalah seluruh pengeluaran dicampur menjadi satu.
Misalnya, pembelian pakan, biaya listrik, gaji, transportasi, dan perawatan semuanya dicatat sebagai “biaya operasional”.
Akibatnya, ketika biaya meningkat, pemilik tidak langsung mengetahui penyebabnya.
Lebih baik biaya dikategorikan berdasarkan jenisnya.
Contohnya:
| Kelompok Biaya | Contoh |
| Pakan | Pakan utama, bahan tambahan |
| Kesehatan | Obat, vitamin, vaksin |
| Tenaga kerja | Gaji, upah, lembur |
| Operasional | Listrik, air, bahan bakar |
| Perawatan | Kandang, mesin, peralatan |
| Transportasi | Pengiriman, kendaraan |
| Administrasi | ATK, komunikasi, administrasi |
Dengan pengelompokan seperti ini, pemilik dapat lebih mudah melihat komponen biaya mana yang paling besar.
Pantau Profit Farm Berdasarkan Unit atau Bagian Usaha
Jika farm memiliki beberapa jenis usaha atau unit, jangan hanya melihat profit secara keseluruhan.
Misalnya terdapat:
- Unit pembibitan
- Unit pembesaran
- Unit produksi
- Unit penjualan
- Beberapa lokasi farm
Masing-masing unit bisa memiliki pendapatan dan biaya yang berbeda.
Jika seluruh transaksi digabung, pemilik hanya mendapatkan angka total.
Padahal, angka total belum tentu menjelaskan bagian mana yang menghasilkan keuntungan dan bagian mana yang membutuhkan evaluasi.
Karena itu, semakin kompleks bisnis farm, semakin penting melakukan pengelompokan transaksi berdasarkan unit, departemen, proyek, atau lokasi sesuai kebutuhan bisnis.
Bagaimana Jika Data Keuangan Farm Masih Dicatat di Excel?
Excel dapat membantu pada tahap awal bisnis.
Namun, ketika transaksi sudah semakin banyak, pencatatan manual memiliki beberapa tantangan.
Data penjualan bisa berada di satu file, pengeluaran di file lain, data pembelian berada di komputer berbeda, sementara laporan keuangan dibuat secara manual.
Akhirnya, pemilik membutuhkan waktu cukup lama hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana:
“Bulan ini sebenarnya kita untung berapa?”
Risiko kesalahan input dan transaksi yang terlewat juga semakin besar.
Solusinya bukan sekadar membuat lebih banyak spreadsheet, tetapi mulai membangun sistem pencatatan yang terintegrasi.
Zahir Membantu Menghubungkan Transaksi dengan Laporan Keuangan Farm
Zahir accounting dapat digunakan untuk membantu bisnis mencatat transaksi secara lebih terstruktur sehingga pemilik tidak perlu mengandalkan perhitungan manual untuk melihat kondisi keuangan.
Transaksi pembelian, penjualan, kas, bank, persediaan, dan transaksi keuangan lainnya dapat dicatat dalam satu sistem.
Dengan data transaksi yang tersusun, pemilik dapat menggunakan laporan untuk mengevaluasi kondisi bisnis secara lebih mudah.
Zahir juga memiliki fitur persediaan yang membantu pencatatan pergerakan barang, termasuk pembelian, penjualan, penyesuaian, dan stock opname. Data persediaan dapat menjadi bagian penting dalam pengelolaan bisnis yang memiliki aktivitas barang atau produk.
Pantau Data Farm dari Dashboard dan Laporan
Daripada menunggu laporan dibuat secara manual, pemilik dapat membangun kebiasaan untuk mengevaluasi beberapa indikator secara berkala.
Misalnya setiap akhir bulan periksa:
Penjualan → Biaya → Laba/Rugi → Kas → Piutang → Utang → Persediaan
Dari sana, pemilik dapat melihat apakah bisnis sedang tumbuh dengan sehat atau hanya mengalami peningkatan aktivitas.
Zahir menyediakan dashboard dan laporan yang dapat membantu manajemen melihat performa bisnis. Pada Zahir Online, laporan juga dapat ditelusuri hingga informasi transaksi yang membentuk laporan sehingga proses pemeriksaan data menjadi lebih terarah.
Contoh Sederhana Menghitung Profit Farm
Misalnya dalam satu bulan sebuah farm memiliki:
Penjualan: Rp250.000.000
Kemudian biaya yang tercatat:
- Pakan: Rp100.000.000
- Tenaga kerja: Rp35.000.000
- Obat dan vitamin: Rp15.000.000
- Listrik dan air: Rp10.000.000
- Transportasi: Rp12.000.000
- Perawatan: Rp8.000.000
- Administrasi dan biaya lainnya: Rp10.000.000
Total biaya:
Rp190.000.000
Maka secara sederhana terdapat selisih:
Rp250.000.000 – Rp190.000.000 = Rp60.000.000
Namun, perhitungan profit yang sebenarnya tetap perlu mempertimbangkan pencatatan akuntansi yang sesuai, termasuk bagaimana persediaan, aset, penyusutan, utang, dan transaksi lainnya diperlakukan.
Inilah alasan mengapa laporan keuangan penting. Pemilik tidak hanya membutuhkan kalkulator, tetapi membutuhkan pencatatan transaksi yang konsisten.
Data yang Perlu Dicek Setiap Bulan
Agar tidak bingung harus mulai dari mana, gunakan checklist sederhana berikut:
Pendapatan
- Total penjualan
- Tren penjualan
- Piutang pelanggan
- Produk atau hasil farm yang paling banyak terjual
Biaya
- Pakan
- Tenaga kerja
- Obat dan vitamin
- Listrik dan air
- Transportasi
- Perawatan
- Biaya administrasi
Keuangan
- Saldo kas
- Saldo bank
- Utang
- Piutang
- Laba rugi
Persediaan
- Stok awal
- Pembelian
- Pemakaian
- Penjualan
- Stok akhir
- Selisih stok
Jika data tersebut tersedia secara rutin, pemilik akan jauh lebih mudah melihat perkembangan bisnis dibandingkan hanya mengandalkan saldo rekening.
Baca artikel : Mengukur Efisiensi Biaya Produksi Peternakan
Jangan Sampai Farm Ramai tetapi Profit Tidak Terukur
Farm yang ramai belum tentu berarti farm yang menguntungkan.
Semakin besar aktivitas bisnis, semakin banyak pula transaksi yang harus dicatat dan dianalisis.
Karena itu, pemilik perlu membangun sistem yang mampu menjawab pertanyaan penting:
Berapa omzet saya?
Berapa biaya saya?
Berapa profit saya?
Biaya terbesar berasal dari mana?
Bagian usaha mana yang paling produktif?
Apakah kondisi keuangan membaik dari bulan ke bulan?
Dengan data yang tersusun, keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perasaan atau kondisi kas saat ini, tetapi berdasarkan informasi yang dapat dianalisis.
Kesimpulan
Mengetahui omzet saja tidak cukup untuk mengetahui apakah bisnis farm benar-benar menguntungkan.
Pemilik perlu memantau penjualan, biaya pakan, tenaga kerja, obat dan vitamin, biaya operasional, arus kas, piutang, utang, persediaan, hingga laporan laba rugi.
Semakin besar bisnis farm, semakin penting pencatatan dilakukan secara terstruktur.
Zahir dapat membantu mengintegrasikan pencatatan transaksi dan laporan keuangan sehingga pemilik lebih mudah memantau kondisi bisnis, mengevaluasi biaya, dan memahami performa usaha berdasarkan data.
Jika saat ini farm Anda sudah ramai tetapi masih sulit menjawab “sebenarnya bulan ini untung berapa?”, mungkin masalahnya bukan pada kurangnya penjualan, tetapi pada sistem pencatatannya.
Ingin Tahu Apakah Sistem Keuangan Farm Anda Sudah Tepat?
Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dan cari tahu bagaimana sistem pencatatan yang lebih terstruktur dapat membantu pengelolaan usaha.
Konsultasi Gratis: 0811-6692-888
Coba Demo Zahir Accounting: Download Demo Gratis 14 Hari
E-book Laporan Keuangan Gratis: Download E-book Laporan Keuangan Gratis
Kunjungi : https://zahirsoft.com/software-akuntansi-online/ & https://zahirsoft.com/software-akuntansi-distributor/
Mulai pantau data bisnis secara lebih teratur agar keputusan farm tidak hanya berdasarkan omzet, tetapi juga berdasarkan profit yang benar-benar terukur.