Mengontrol Biaya Pakan Ayam agar Keuntungan Tidak Tergerus

kontrol biaya pakan ayam dengan zahir

Cara Mengontrol Biaya Pakan Ayam agar Keuntungan Peternakan Tidak Tergerus

Dalam bisnis peternakan ayam, pakan merupakan salah satu biaya yang perlu mendapatkan perhatian serius. Jumlah ayam yang semakin banyak berarti kebutuhan pakan juga meningkat. Ketika penggunaan pakan tidak dikontrol dengan baik, biaya produksi dapat naik tanpa disadari. Masalahnya, kenaikan biaya pakan tidak selalu langsung terlihat dari laporan penjualan.

Peternakan bisa tetap memiliki omzet yang tinggi, tetapi keuntungan justru semakin tipis karena biaya pakan, obat, tenaga kerja, listrik, dan biaya operasional lainnya ikut meningkat.

Karena itu, peternak tidak cukup hanya mengetahui berapa banyak ayam yang terjual. Peternak juga perlu mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan penjualan tersebut. Salah satu bagian penting yang perlu dikontrol adalah biaya pakan ayam. (Zahir solusinya)


Mengapa Biaya Pakan Perlu Dikontrol?

Pakan merupakan bagian penting dalam operasional peternakan. Sedikit saja terjadi pemborosan dalam penggunaan atau pembelian pakan, dampaknya dapat terasa pada biaya produksi secara keseluruhan.

Beberapa kondisi yang sering menyebabkan biaya pakan sulit dikendalikan antara lain:

  • Penggunaan pakan tidak dicatat secara konsisten.
  • Stok pakan di gudang tidak sesuai dengan catatan.
  • Pembelian dilakukan tanpa melihat stok yang tersedia.
  • Pakan terbuang atau rusak.
  • Harga pakan dari supplier berubah.
  • Jumlah ayam dan kebutuhan pakan tidak dihitung secara berkala.
  • Peternak hanya melihat total pengeluaran tanpa membandingkannya dengan hasil produksi.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, keuntungan peternakan bisa tergerus meskipun penjualan terlihat meningkat.


Jangan Hanya Melihat Biaya Pakan

Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap penghematan pakan hanya berarti mencari supplier dengan harga paling murah. Padahal, harga beli bukan satu-satunya faktor.

Misalnya, supplier A menawarkan harga pakan lebih rendah. Namun jika kualitas pakan tidak sesuai kebutuhan, tingkat konsumsi menjadi lebih tinggi atau hasil produksi tidak sesuai target, penghematan dari harga beli belum tentu menghasilkan keuntungan.

Sebaliknya, pakan dengan harga sedikit lebih tinggi dapat tetap efisien jika penggunaannya lebih terkontrol dan menghasilkan performa produksi yang lebih baik.

Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah biaya makan terhadap hasil produksi, bukan sekadar harga per kilogram.

Baca artikel : usaha ayam besar tapi laporan keuangan tidak ada


Cara Mengontrol Biaya Pakan Ayam

1. Catat Semua Pembelian Pakan

Langkah pertama adalah mengetahui dengan pasti berapa banyak pakan yang dibeli dan berapa nilai uang yang dikeluarkan.

Jangan hanya mengandalkan ingatan atau nota yang tersimpan di laci.

Catat minimal:

  • Tanggal pembelian.
  • Nama supplier.
  • Jenis pakan.
  • Jumlah pakan.
  • Harga satuan.
  • Total pembelian.
  • Lokasi penyimpanan.
  • Pembayaran tunai atau kredit.

Dengan pencatatan tersebut, peternak dapat melihat perkembangan harga pakan dan mengetahui berapa modal yang tertanam dalam persediaan.

2. Pantau Stok Pakan Secara Rutin

Stok pakan perlu dibandingkan antara catatan dan kondisi fisik.

Misalnya, menurut catatan masih terdapat 500 kg pakan. Setelah dilakukan pengecekan ternyata hanya tersisa 450 kg.

Selisih 50 kg tidak boleh dianggap sebagai hal kecil.

Jika kejadian serupa terjadi berulang kali, akumulasi selisihnya dapat menjadi biaya yang cukup besar.

Karena itu, lakukan stock opname secara berkala untuk mengetahui apakah jumlah pakan secara fisik sesuai dengan pencatatan.

3. Hindari Pembelian Berdasarkan Perkiraan

Pembelian pakan sebaiknya didasarkan pada data kebutuhan dan stok yang tersedia.

Terlalu sedikit membeli dapat menyebabkan operasional terganggu.

Namun terlalu banyak membeli juga tidak selalu menguntungkan karena modal tertahan dalam persediaan dan membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai.

Sebelum melakukan pembelian, periksa:

Stok tersedia + kebutuhan produksi + perkiraan kebutuhan berikutnya.

Dengan begitu, keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan perkiraan.

4. Hitung Biaya Pakan terhadap Produksi

Total biaya pakan saja belum cukup untuk mengetahui apakah penggunaan pakan sudah efisien.

Peternak perlu membandingkannya dengan hasil produksi.

Contohnya:

Peternakan mengeluarkan Rp100 juta untuk pakan dalam satu periode.

Jika hasil penjualan pada periode tersebut Rp180 juta, angka tersebut belum otomatis berarti keuntungan Rp80 juta.

Masih ada biaya DOC, obat, vitamin, tenaga kerja, listrik, penyusutan, transportasi, dan biaya lainnya.

Karena itu, biaya pakan perlu dimasukkan ke dalam perhitungan biaya produksi secara keseluruhan.

5. Bandingkan Biaya Antarperiode

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui adanya pemborosan adalah membandingkan biaya dari satu periode ke periode berikutnya.

Misalnya:

Periode A

  • Biaya pakan: Rp80 juta
  • Penjualan: Rp150 juta

Periode B

  • Biaya pakan: Rp100 juta
  • Penjualan: Rp160 juta

Penjualan memang naik Rp10 juta, tetapi biaya pakan naik Rp20 juta.

Ini menjadi sinyal bahwa peternak perlu mencari tahu apa yang menyebabkan kenaikan tersebut.

Apakah jumlah ayam meningkat?

Apakah harga pakan naik?

Apakah konsumsi pakan meningkat?

Atau ada selisih stok?

Perbandingan seperti ini akan jauh lebih berguna daripada hanya melihat omzet.


Perhatikan Biaya Pakan yang Tidak Terlihat

Selain harga pembelian, ada beberapa biaya atau kerugian yang sering tidak diperhatikan.

Pakan Rusak

Penyimpanan yang kurang baik dapat menyebabkan pakan rusak sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.

Selisih Stok

Perbedaan antara catatan dan stok fisik dapat menjadi indikasi adanya kesalahan pencatatan, kehilangan, atau penggunaan yang belum tercatat.

Pembelian Berlebihan

Stok yang terlalu banyak membuat modal tertahan dan meningkatkan kebutuhan ruang penyimpanan.

Harga Pembelian Tidak Konsisten

Jika harga pakan dari supplier berubah-ubah, peternak perlu mengetahui dampaknya terhadap biaya produksi dan margin.

Semua faktor tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap keuntungan.


Pisahkan Biaya Pakan dari Biaya Peternakan Lainnya

Agar lebih mudah dianalisis, biaya sebaiknya dikelompokkan.

Misalnya:

Biaya produksi

  • Pakan
  • DOC
  • Obat dan vitamin
  • Tenaga kerja langsung

Biaya operasional

  • Listrik
  • Air
  • Transportasi
  • Perawatan kandang
  • Administrasi

Dengan pengelompokan seperti ini, pemilik usaha dapat mengetahui komponen mana yang paling banyak menyerap biaya.

Jika biaya makan mencapai porsi terbesar, perhatian terhadap pengadaan dan penggunaan pakan harus lebih serius.


Jangan Sampai Omzet Naik tetapi Laba Turun

Ini merupakan salah satu masalah yang perlu diwaspadai dalam bisnis peternakan.

Misalnya omzet meningkat karena jumlah ayam yang dijual lebih banyak.

Namun pada saat yang sama:

  • Harga pakan meningkat.
  • Biaya operasional naik.
  • Biaya tenaga kerja bertambah.
  • Biaya transportasi meningkat.
  • Ada stok yang hilang atau rusak.

Hasil akhirnya bisa saja omzet meningkat tetapi laba justru turun.

Karena itu, pemilik peternakan sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Berapa penjualan bulan ini?”

Tetapi juga:

“Berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa laba yang benar-benar tersisa?”


Gunakan Sistem untuk Mempermudah Kontrol Biaya Pakan

Ketika jumlah transaksi masih sedikit, pencatatan menggunakan Excel mungkin masih terasa cukup.

Namun ketika peternakan semakin besar, transaksi pembelian pakan, stok, pembayaran supplier, penjualan ayam, biaya operasional, dan transaksi lainnya juga semakin banyak.

Data yang tersebar di banyak file membuat proses analisis menjadi lebih sulit.

Peternak akhirnya harus menggabungkan data secara manual hanya untuk mengetahui berapa total biaya dan keuntungan.

Di sinilah software akuntansi dapat membantu.


Bagaimana Zahir Membantu Peternakan Mengontrol Biaya Pakan?

Zahir Accounting dapat membantu peternakan mencatat transaksi pembelian, persediaan, penjualan, kas, bank, hutang, serta laporan keuangan dalam satu sistem. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, pemilik usaha dapat lebih mudah melihat hubungan antara transaksi operasional dan kondisi keuangan bisnis.

Untuk usaha peternakan ayam, misalnya, pembelian pakan dapat dicatat sebagai transaksi dan masuk ke dalam pengelolaan persediaan. Pergerakan stok kemudian dapat dipantau sehingga pemilik tidak hanya mengetahui berapa banyak pakan yang dibeli, tetapi juga dapat mengevaluasi keluar-masuk persediaan.

Laporan keuangan juga membantu owner melihat apakah kenaikan biaya pakan berdampak terhadap laba usaha. Zahir menyediakan laporan seperti laba rugi, neraca, arus kas, buku besar, dan laporan terkait lainnya dari transaksi yang telah dicatat.

Dengan demikian, Zahir bukan sekadar alat untuk mencatat transaksi, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi bisnis.


Contoh Analisis Biaya Pakan dengan Data yang Lebih Teratur

Misalnya dalam satu periode peternakan memiliki:

  • Pembelian pakan: Rp120 juta
  • DOC: Rp50 juta
  • Obat dan vitamin: Rp10 juta
  • Tenaga kerja: Rp15 juta
  • Biaya operasional: Rp20 juta
  • Penjualan: Rp250 juta

Dari data tersebut, owner dapat mulai melihat komponen biaya terbesar.

Pakan mencapai Rp120 juta atau hampir setengah dari total penjualan.

Artinya, sedikit perubahan dalam efisiensi pakan dapat memberikan dampak terhadap keuntungan.

Jika biaya makan berhasil dikontrol tanpa mengganggu hasil produksi, pengaruhnya terhadap margin bisnis juga dapat terlihat dalam laporan keuangan.

Inilah alasan mengapa pencatatan biaya tidak boleh dianggap hanya sebagai pekerjaan administrasi.

Data keuangan adalah alat untuk mengambil keputusan.


Evaluasi Biaya Secara Berkala

Jangan menunggu akhir tahun untuk mengevaluasi biaya pakan. Lakukan evaluasi secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan, tergantung skala peternakan.

Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan:

  1. Berapa jumlah pakan yang dibeli?
  2. Berapa harga rata-rata pembelian?
  3. Berapa stok yang tersedia?
  4. Apakah stok fisik sesuai catatan?
  5. Apakah penggunaan pakan meningkat?
  6. Apa penyebab kenaikan biaya?
  7. Bagaimana biaya pakan dibandingkan dengan periode sebelumnya?
  8. Apakah kenaikan biaya pakan masih sebanding dengan hasil penjualan?
  9. Berapa laba yang diperoleh setelah seluruh biaya diperhitungkan?

Dengan evaluasi rutin, masalah dapat diketahui lebih cepat sebelum menjadi beban yang lebih besar.


Kesimpulan

Mengontrol biaya makan ayam bukan berarti sekadar membeli pakan dengan harga murah. Yang lebih penting adalah memastikan setiap pembelian, penggunaan, stok, dan biaya dapat dicatat serta dievaluasi dengan baik.

Peternakan perlu mengetahui apakah kenaikan biaya disebabkan oleh bertambahnya populasi ayam, perubahan harga pakan, penggunaan yang meningkat, selisih stok, atau faktor operasional lainnya.

Jangan hanya melihat omzet. Bandingkan penjualan, biaya produksi, biaya pakan, dan laba agar kondisi bisnis benar-benar terlihat.

Ketika transaksi sudah semakin banyak, penggunaan sistem akuntansi dapat membantu mengurangi pencatatan yang tersebar dan memudahkan owner melihat kondisi keuangan. Zahir Accounting dapat membantu mengelola transaksi pembelian, persediaan, penjualan, serta laporan keuangan dalam satu sistem.

Pada akhirnya, peternakan yang menguntungkan bukan hanya peternakan yang mampu meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga yang mampu mengendalikan biaya dan mengetahui ke mana uang bisnis digunakan.


Ingin biaya pakan peternakan lebih mudah dipantau?

📲 Konsultasi Gratis: 08116692888

💻 Coba Demo Zahir Accounting: Download Demo Gratis 14 Hari

📘 E-book Laporan Keuangan Gratis: Download free

Gunakan software akuntansi terbaik sekarang https://zahirsoft.com/software-akuntansi-2/

Mulai rapikan pencatatan biaya, stok, dan laporan keuangan peternakan agar keputusan bisnis tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan.

Baca juga artikel : cara mengetahui keuntungan usaha peternakan
& omzet ratusan juta namun laba tidak terlihat