Akuntansi Toko Online: Cara Catat Penjualan Marketplace dengan Benar

akuntansi toko online yg terkelola dengan baik

Akuntansi Toko Online: Cara Catat Penjualan Marketplace dengan Benar

Menjalankan toko online tidak cukup hanya fokus pada penjualan. Pemilik bisnis juga harus memahami akuntansi toko online cara catat penjualan marketplace agar laporan keuangan tetap rapi dan akurat.

Banyak seller di Indonesia mengalami selisih saldo karena pencatatan yang tidak detail. Masalah biasanya muncul dari biaya admin marketplace, ongkir, voucher, dan pencairan dana yang berbeda tanggal.

Karena itu, penggunaan Software Akuntansi Online membantu bisnis online mencatat transaksi marketplace secara otomatis dan lebih terstruktur.

Jika pencatatan dilakukan dengan benar sejak awal, Anda lebih mudah menghitung laba bersih, mengecek cash flow, dan menyiapkan laporan pajak.


Kenapa Akuntansi Toko Online Lebih Rumit dari Toko Fisik?

Bisnis online memiliki alur transaksi yang lebih kompleks dibanding toko offline biasa. Uang yang dibayar pembeli tidak langsung masuk ke rekening penjual.

Marketplace biasanya menahan dana sementara sampai pesanan selesai. Setelah itu, saldo baru dicairkan ke rekening penjual. Selain itu, ada banyak komponen transaksi yang harus dicatat, seperti:

  • Harga jual produk
  • Diskon marketplace
  • Voucher toko
  • Biaya admin
  • Biaya layanan
  • Ongkir subsidi
  • Retur barang
  • Cashback pembeli

Jika semua dicatat manual di Excel, risiko salah hitung menjadi lebih besar.

Contohnya, toko skincare di Shopee mungkin menerima omzet Rp50 juta per bulan. Namun saldo yang cair ke rekening hanya Rp44 juta setelah dipotong biaya platform dan promo. Tanpa pencatatan yang benar, pemilik bisnis sering mengira ada uang yang hilang.


Cara Mencatat Pendapatan dari Tokopedia, Shopee, dan Lazada

Setiap marketplace memiliki sistem pencairan berbeda. Namun prinsip pencatatannya hampir sama.

1. Catat penjualan bruto terlebih dahulu

Penjualan harus dicatat berdasarkan nilai transaksi penuh dari pembeli.

Contoh:

  • Harga produk: Rp200.000
  • Ongkir dibayar pembeli: Rp20.000
  • Total pembayaran: Rp220.000

Jurnal sederhananya:

Akun Debit Kredit
Piutang Marketplace Rp220.000
Penjualan Rp200.000
Pendapatan Ongkir Rp20.000

Langkah ini penting agar omzet tercatat dengan benar.


2. Catat biaya admin marketplace

Marketplace biasanya memotong biaya layanan otomatis.

Contoh:

  • Biaya admin Shopee: Rp10.000
  • Biaya layanan tambahan: Rp5.000

Pencatatan:

Akun Debit Kredit
Beban Admin Marketplace Rp15.000
Piutang Marketplace Rp15.000

Dengan cara ini, Anda bisa melihat biaya operasional marketplace secara jelas.


3. Catat pencairan saldo ke rekening

Saat dana masuk ke rekening bank, catat sebagai pengurangan piutang marketplace.

Contoh:

  • Dana cair: Rp205.000

Jurnal:

Akun Debit Kredit
Bank Rp205.000
Piutang Marketplace Rp205.000

Metode ini membantu proses rekonsiliasi saldo marketplace dan rekening bank.


Bagaimana Perlakuan Biaya Komisi Marketplace?

Banyak pemilik toko online mencampur biaya komisi dengan pengurangan penjualan. Padahal secara akuntansi, komisi marketplace termasuk beban operasional.

Biaya komisi sebaiknya dipisahkan agar laporan laba rugi lebih akurat.

Contoh biaya yang perlu dipisahkan:

  • Admin marketplace
  • Biaya layanan
  • Biaya affiliate
  • Komisi program gratis ongkir
  • Iklan marketplace

Dengan pemisahan ini, Anda bisa mengetahui:

  • Produk mana paling profitable
  • Marketplace mana paling mahal
  • Margin bersih sebenarnya

Sebagai contoh, toko fashion mungkin terlihat omzetnya tinggi di marketplace tertentu. Namun setelah dihitung biaya komisi dan iklan, margin justru lebih kecil.

Karena itu, pencatatan detail sangat penting untuk pengambilan keputusan bisnis.


Gunakan Sistem yang Terintegrasi

Jika transaksi marketplace sudah ratusan per hari, pencatatan manual akan menyita banyak waktu.

Gunakan Software Akuntansi Online untuk membantu pencatatan penjualan marketplace, stok, dan laporan keuangan secara otomatis.

Konsultasi langsung dengan tim Zahir melalui WhatsApp: 0811-6692-888


Cara Rekonsiliasi Pencairan Saldo Marketplace ke Rekening

Rekonsiliasi adalah proses mencocokkan data marketplace dengan mutasi rekening bank.

Langkah ini wajib dilakukan secara rutin agar tidak ada transaksi yang terlewat.

1. Download laporan marketplace

Ambil data dari:

  • Shopee Seller Center
  • Tokopedia Seller
  • Lazada Seller Center

Biasanya laporan tersedia dalam format Excel.


2. Cocokkan tanggal pencairan

Tanggal order sering berbeda dengan tanggal dana cair.

Karena itu, jangan hanya melihat tanggal penjualan.

Fokus utama rekonsiliasi adalah:

  • Nominal pencairan
  • Tanggal transfer
  • Potongan biaya marketplace

3. Periksa retur dan refund

Retur sering menjadi penyebab selisih saldo.

Contohnya:

  • Barang dikembalikan pembeli
  • Dana refund otomatis dipotong marketplace
  • Ongkir retur dibebankan ke seller

Jika tidak dicatat, laporan laba rugi menjadi tidak akurat.


4. Gunakan akun piutang marketplace

Pisahkan akun marketplace seperti:

  • Piutang Shopee
  • Piutang Tokopedia
  • Piutang Lazada

Cara ini memudahkan pengecekan saldo yang belum cair.


Kesalahan Umum Dalam Pembukuan Jualan Online

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi pada bisnis e-commerce:

Tidak memisahkan rekening pribadi dan bisnis

Masalah ini membuat arus kas sulit dipantau.

Gunakan rekening khusus bisnis untuk transaksi marketplace.

Menganggap saldo cair sebagai omzet

Omzet harus dihitung dari total penjualan, bukan dana yang masuk rekening.

Tidak mencatat biaya iklan marketplace

Iklan termasuk biaya pemasaran dan harus masuk laporan laba rugi.

Tidak menghitung stok secara real-time

Selisih stok membuat HPP dan laba menjadi tidak valid.

Karena itu, banyak seller mulai menggunakan sistem inventori terintegrasi.


Tanda Bisnis Online Sudah Perlu Software Akuntansi

Bisnis online sebaiknya mulai menggunakan software akuntansi ketika:

  • Transaksi harian semakin banyak
  • Penjualan lebih dari satu marketplace
  • Ada banyak SKU produk
  • Mulai memakai iklan marketplace
  • Sulit rekonsiliasi saldo
  • Laporan laba rugi sering berbeda

Dengan sistem yang tepat, proses pembukuan menjadi lebih cepat dan minim kesalahan.


Penutup

Memahami akuntansi toko online cara catat penjualan marketplace sangat penting untuk menjaga kesehatan bisnis online.

Pencatatan yang benar membantu Anda mengetahui omzet, biaya, laba bersih, dan arus kas secara akurat.

Jika bisnis online mulai berkembang, penggunaan sistem otomatis akan jauh lebih efisien dibanding pencatatan manual.

Gunakan Software Akuntansi Online untuk membantu integrasi penjualan marketplace, stok, dan laporan keuangan dalam satu sistem.

Konsultasi Gratis dengan Tim Zahirsoft:
 08116692888

 Free Demo Zahir Accounting:
 Download Demo Gratis 14 Hari

 E-Book Panduan akuntansi dan Software akuntansi (Gratis):
 Download free


Pertanyaan Umum Seputar Akuntansi Marketplace

Apakah penjualan marketplace harus dilaporkan ke pajak?

Ya. Penjualan marketplace tetap termasuk omzet bisnis dan wajib dilaporkan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Bagaimana cara bedakan omzet bruto dan neto di marketplace?

Omzet bruto adalah total penjualan sebelum potongan. Omzet neto adalah dana setelah dikurangi biaya marketplace dan potongan lainnya.

Software akuntansi apa yang bisa integrasi dengan marketplace?

Beberapa software akuntansi modern di Indonesia sudah mendukung integrasi marketplace dan pencatatan otomatis penjualan online.